Usaha untuk memahami Alkitab merupakan sebuah usaha yang penting dan tidak pernah berakhir. Makin Alkitab itu di pahami, makin banyak juga pertanyaan dan hal-hal yang memerlukan penjelasan. Untuk itu, ada tiga pokok pikiran penting yang termuat dalam Kitab ini (Yoh. 14: 1 – 14), yang dapat dilihat serta dipahami secara bersama.
Ø Dalam Kitab ini (Yoh. 14: 1 – 3), Yesus ingin memberi wasiat kepada para murid-muridNya sebelum Ia pergi. Maksudnya, Yesus ingin meneguhkan hati mereka agar tetap bersekutu dan melayani, baik dengan sesama maupun dengan Yesus sendiri. Sebab, Yesus begitu tahu akan keberadaan diri dari murid-muridNya setelah Ia pergi nanti. Yesus tahu bahwa mereka tentunya memiliki harapan-harapan yang sama, pandangan hidup yang sama dalam menjalani kehidupan. Untuk itu, segala pengorbanan beserta konsekwensi-konsekwensi yang akan dihadapi oleh mereka (para murid dan orang percaya), perlu untuk mendapati imbalannya. Mengenai imbalan yang ditawarkan oleh Yesus ini bukanlah imbalan yang bersifat duniawi malaikan rohani. Yesus berjanji pada para murid dan bagi siapa saja yang percaya pada-Nya untuk mendapatkan imbalan istimewa dan apa yang diucapkan oleh Yesus ini merupakan suatu hal yang benar-benar serius serta benar-benar ada, yakni imbalan kehidupan yang kekal. Imbalan itu tentunya tidak di dapati dengan begitu saja, namun memerlukan pengorbanan dalam bentuk apa pun, seperti siap untuk mencintai serta menghargai musuh, siap untuk dicelah demi menjunjung keadilan, dll.
Ø Ayat 4 – 7, menampilkan percakapan Yesus yang hanya ditunjukan kepada para muridNya, yang seolah-olah percakapan itu membuka diri Yesus di hadapan para murid dalam menghadapi kesengsaraan, kematian dan kebangkitanNya, serta Yesus ingin menegaskan kepada mereka arti penting dari sebuah ketaatan dalam melakukan pekerjaan-pekerjaan yang benar. Sebab, ketika seseorang mampu untuk melakukan pekerjaan yang benar, maka di saat itupun dia berjalan menuju kehidupan yang kekal dan di dalam Yesus.
Dalam kehidupan saat ini, tentunya percakapan yang diutarakan oleh Yesus berimplikasi bagi kita selaku orang percaya. Lebih jauh dari itu, kesengsaraan, kematian dan kebangkitan yang dihadapi oleh Yesus merupakan sebuah pengorbanan demi kesejahtraan umat manusia. Dengan demikian, salah satu bentuk pengorbanan yang mesti dilakukan oleh kita selaku orang percaya ialah, bertanggung jawab dengan pekerjaan yang diberikan dan biarlah apa yang dilakukan dalam pekerjaan itu selalu ada dalam nuansa kebenaran.
Ø Ayat 8 – 14, di sini Yesus mengajarkan para murid dengan berbagai pokok penting yang tak terbantahkan, antara lain mengenai perintah kasih, perdamaian, doa, Roh Penghibur dan keharusan untuk tetap berpaut pada Yesus sebagaimana Yesus tetap berpaut pada Allah Bapa. Bagi Yesus, ketika seseorang melakukannya dengan tulus tanpa menuntut imbalan, itu berarti dia telah melakukan apa yang telah diperintahkan oleh Allah Bapa, dan pastinya janji kehidupan kekal selalu tersedia baginya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar